Terima kasih kepada sahabat sejati
Ironi kan? Memang benar-benar ironi, tetapi apalah daya peristiwa terjadi dan sekarang biarlah terjadi, kita telah sama-sama menghargakan dan sama-sama melepas ikatan itu satu-satu sekarang ikatan itu telah lenyap dikonsumsi oleh waktu.
Satu demi satu daya ingat mengenai kita mulai lenyap dikonsumsi oleh waktu, dan sekarang diri ini belajar suatu hal dari เล่นบอลออนไลน์ perjalanan kita. Tidak apa ini bukanlah kekeliruanmu atau kekeliruan yang sempat saya lakukan. Bila memang pada akhirnya semacam ini diriku tulus dan diriku suka juga menyaksikan diri kamu berbahagia dengan opsi yang diri kamu tentukan dan diriku cuman dapat ucapkan banyak terima kasih atas semua masa lalu yang sempat kita rajut bersama-sama dan rajutan itu kita belajar apakah itu makna dari cinta.
Dan sekarang ujung dari rajutan itu ke arah jalan perpisahan dan sekarang cerita kita sudah selesai dan berbeda sebelumnya cerita ini jadi cerita kita dan sekarang jadi cerita saya dan cerita punyamu sendiri. Jalan ini bukan jalan yang saya gemari tetapi apa daya bila jalan ini yang diputuskan diriku harus siap jalani semua resiko dari tiap opsi.
Cuplikan kalimat itu seringkali kita dengar dan ada selalu menemani di dalam kehidupan kita. Memang lah betul ada dari cuplikan kalimat itu tentu ada di kehidupan kita berjumpa sama orang baru dan memiliki lingkungan baru bahkan bekerjasama sama orang lain untuk membuat situasi dan kejadian baru, tetapi beberapa hal itu cuman hanya sementara saja, ada saatnya ada peristiwa yang di luar kendalian kita kerap memunculkan permasalahan baru, dan imbas paling jeleknya ialah perpisahan bila memang itu diperlukan.
Perpisahan sendiri memang jalan yang kerap dijauhi pada suatu jalinan,saat sebelum memilih untuk akhiri jalinan dengan seorang coba berpikiran dengan kepala dingin, bahas baik untuk menjumpai jalan keluar, bila ada salah satunya ingin pisah jangan sampai paksa terima hasil keputusan itu dan mulai mengambil langkah ke arah jalan yang diberi nama "Move on".
Memang berat terima keputusan ini,tetapi diriku harus juga bangun dan tinggalkan suatu hal memang bila tidak dapat dipaksa. Dan sekarang diriku bisa bangun dan diriku suka menyaksikan diri kamu telah jauh baik meskipun sekarang cuman hanya rekan.
Kata akhir, janganlah lupa berbahagia dan selalu mengucapkan syukur, salam hangat dari diriku, teman dekat terbaikmu.
