Jelang Pilpres AS 2020: Joe Biden Unggul dalam Jajak Pendapat Nasional


 Calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden sekarang unggul dalam jajak opini nasional serta sejumlah besar negara sisi tengah siap-siap menyongsong Hari Pemilu.

service paling baik di berikan agen togel

Di lain sisi, Presiden AS Donald Trump bersikukuh jika hasil pengambilan suara itu salah serta ia akan kembali lagi raih menangnya seperti di tahun 2016, seperti diambil dari AFP, Selasa (3/11/2020).


Dijumpai jika Biden (77 tahun), yang disebut bekas wapres AS sudah nikmati keunggulan kuat atas Trump (74 tahun) dalam jajak opini nasional sepanjang beberapa bulan, yang kadang capai sampai dua digit.


Tapi, hasil pilpres AS tidak dipastikan oleh pengambilan suara terkenal.


Peraihan bisa nampak dalam 538- anggota Electoral College, di mana tiap negara sisi mempunyai jumlah suara elektoral yang sama dengan perwakilannya di DPR serta Senat.


Suara elektoral dari beberapa negara sisi sebagai medan pertarungan pemilu seperti Florida serta Pennsylvania juga bisa tentukan juara pemilihan presiden untuk Selasa (3/11).


Dalam laporannya, AFP ungkap jajak opini serta jajak opini nasional terkini di negara sisi medan pertarungan penting pemilihan presiden AS 2020.


Jumlah rerata jajak opini nasional oleh situs RealClearPolitics (RCP) memperlihatkan jika Biden unggul 6,8 point atas Trump, yang mempunyai 50,7 % sampai 43,9 %.


Angka itu lebih kurang searah dalam jumlah rerata yang lain dari situs FiveThirtyEight.com, yang menjelaskan point Biden naik sampai 8,4 point secara nasional.


Disamping itu, keunggulan Biden secara nasional juga sudah capai lebih dari 2x lipat dari Hillary Clinton untuk pemilu 2016 lalu, saat jajak opini relatif tepat dalam pengambilan suara terkenal, yang dimenangkannya saat kalah di Electoral College.


Biden unggul 1,7 point atas Trump di Negara Sisi Florida, menurut rerata data jajak opini negara sisi oleh RCP.


Sesaat dalam jajak opini Siena College/ New York Times, status Biden naik sampai tiga point di Florida, tapi jajak opini menurut Washington Post / ABC News memberikan laporan status Trump naik dua point.


Di tahun 2016, Trump memenangi Florida serta 29 suara elektoral. Walau begitu, memenangi negara sisi yang lain dipandang penting untuk keinginan menangnya.


Di Pennsylvania, Biden mempunyai keunggulan 2,9 point, menurut rerata jajak opini oleh RCP di Negara Sisi Keystone itu, yang mempunyai 20 suara elektoral.


Saat itu, Michigan serta Wisconsin ialah dua negara sisi Midwestern AS yang dimenangi Trump dengan tipis di tahun 2016 tapi rerata jajak opini RCP memperlihatkan jika dia ketinggalan di ke-2 nya kesempatan ini.


RCP ungkap jika status Biden naik sampai 5,1 point di Michigan, yang mempunyai 16 suara elektoral, serta 6,6 point di Wisconsin, yang mempunyai 10 suara elektoral.


Negara Sisi Arizona serta North Carolina, yang ke-2 nya dimenangi Trump untuk 2016, menyaksikan kompetisi seru.


Menurut RCP, Biden unggul 0,5 point di Arizona, yang mempunyai 11 suara elektoral, sesaat Trump unggul dengan 0,5 point di North Carolina, yang mempunyai 15 suara elektoral.


Disebut dalam laporan CNN untuk Agustus 2020, jika seorang profesor riwayat, yaitu Allan Lichtman meramalkan Presiden Donald Trump akan kalah dalam pemilihan presiden AS 2020. Perkiraannya, dijumpai terus pas semenjak tahun 1984.


Profesor riwayat itu memakai sistem "13 kunci" yang mengangsung unsur terhitung ekonomi, kondisi sosial, informasi miring, serta karisma individu.


Lichtman menerangkan, "Rahasianya ialah selalu memerhatikan kisah besar dari kemampuan serta perform petahana. Serta jangan memerhatikan jajak opini, ahli, pasang kering kampanye setiap harinya. Dan itu kuncinya. Kisah Besar".


Di tahun 2000, perkiraan Lichtman meleset saat Al Gore kalah atas George W. Bush, walau dia sudah memenangi suara suara terkenal.


Tetapi, Lichtman sekarang selalu percaya diri metode perkiraan pemilihan presiden AS yang dipakainya selalu dapat efisien di tengah-tengah wabah COVID-19.


"Lihat, secara retrospektif serta potensial, kuncinya telah ada semenjak tahun 1860. Itu yang kita sebutkan metode yang kuat. Jadi, saya tidak mengotak-atiknya. Mereka sudah bertahan lewat perombakan besar dalam politik kita, dalam ekonomi kita, dalam demokrasi kita, " terangnya.


Diambil dari VOA News, Lichtman ialah profesor riwayat di American University, Washington D.C.


Empat negara sisi lain menyaksikan kompetisi ketat kesempatan ini, yaitu Georgia dengan 16 suara elektoral, Iowa dengan 6 suara elektoral, Ohio dengan 18 suara elektoral, serta Texas yang punyai 38 suara elektoral.


Status Trump naik 0,2 point di Georgia, menurut jumlah rerata RCP, negara sisi yang dimenangkannya dengan 5,1 point untuk 2016.


Disamping itu, peningkatan status Trump terdaftar di Iowa yaitu 1,4 point, serta 1,4 point di Ohio, beda yang semakin lebih kecil dibanding kemenangan 8,1 pointnya awalnya.


Trump menang juga di Texas dengan keunggulan 1,2 point mendekati pengambilan suara untuk Selasa (3/11).


Kecuali Lichtman, tentang hal profesor pengetahuan politik di State Univesity of New York di Stony Brook, yaitu Helmut Norpoth.


Berlainan dari Lichtman, mode Penting Norpoth memakai representasi statistik dari pilpres AS dengan 1 metrik penting — keutamaan penyeleksian pendahuluan (primary) presiden.


Diambil dari VOA News, mode ini memakai data dari tahun 1912 saat penyeleksian pendahuluan pertamanya dikeluarkan serta mengaitkan jika calon dengan suara penting yang lebih bagus condong memenangi penyeleksian umum.


Disebut jika Joe Biden memenangi 8,4 % suara di penyeleksian pendahuluan di New Hampshire serta 48,4 % di Carolina Selatan.


Sedang Donald Trump memenangi penyeleksian pendahuluan di New Hampshire dengan 85,6 % suara.


Dalam perkiraannya, Norpoth menjelaskan jika Trump mempunyai kesempatan 91 % untuk dipilih kembali lagi serta Biden mempunyai kesempatan 9 % untuk menang.


Tetapi, perkiraan Norpoth tidak tidak langsung mengatakan apa Trump akan kalah atau menang dalam penyeleksian umum 2020, tapi memproyeksikan jika petahana dari Republik itu akan mendapatkan 363 suara elektoral sesaat Biden akan mendapatkan 175 suara elektoral.


Walau sejumlah besar jajak opini memperlihatkan jika Biden unggul dari Trump, Norpoth mengatakan jika perkiraannya ialah "tidak bersyarat serta final".


Pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 makin dekat, salah satunya langkah untuk selalu dapat turut pemilu serta aman dari Covid-19 ialah mencoblos melalui pos. Semacam apa ya metodenya?


Postingan populer dari blog ini

Penyelidikan Kasus Petugas Keamanan Bandara Diduga Mencuri dan Menelan Uang Senilai Rp4,6 Juta

They called in a detection van from the Post Office in an attempt to trace the walkie-talkie signal.

The civil rights movement in the US, the October Revolution in Russia, or the global campaign against apartheid in South Africa.